Tampilkan postingan dengan label Ceritaquwh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaquwh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2009

Ampun Mbah

Oh iya aku baru inget satu setory sebelum Klintu

Sore hari sambil menunggu berbuka, aku biasa menghabiskan waktu bermain bola bersama teman-teman. Tapi sore itu agak berbeda, aku, Doni dan yuyung membuat pocongkk-pocongkkan. Ya kita berniat mau ngisengin orang tarawih sehbais isya'.

pocongkk dibuat dari bantal guling bekas trus dibungkus dengan karung putih. Persiapan pocongkk selesai, pocongkk-pocngan yang sudah jadi itu di ikat dengan tali, trus talinya dilewatin ke batang pohon Randu (kapas) yang besar dan angker. Pohon ini letaknya dipinggir jalan menuju Mushola, karena malam sebelumnya habis hujan deras, dan cumas jalan ini yang di paving, sudah pasti orang-orang akan melewati jalan ini.

Menjelang buka puasa, jalanan sudah sepi. Mungkin orang-orang sudah masuk ke rumah menunggu adzan pertanda buka puasa. Aku, Doni, dan yuyung masih asik gladik resik buat rencana nanti malam. Sreet...Sreet..Sreet tali ditarik dan pocongkk-pocongkkan itu naik ke atas, dan ketika dilepas turun lagi. Tali itu di tarik dan ulur perlahan lahan, pocongkknya pun mengikuti. Sep, keknya persiapan sudah selesai, pocongkk itu kita sembunyikan dibalik pohon kapas dan kami pulang kerumah masing-masing karena udah terdengr Adzan magrib pertanda Buka puasa telah tiba.

Malam harinya setelah aku berbuka puasa, aku berangkat ke masjid guna menunaikan Sholat tarawih. Di masjid ternyata Yuyung dan Doni sudah menunggu, sambil menunggu Adzan Isyak kita ngobrol sambil ketawa-tawa. Akhrinya kita sholat terawih seperti biasa.

Selesai Sholat, kita meninggalkan mesjid terlebih dahulu, segera menuju belakang pohon kapas angker.

Tak disangka ternyata yang tarawih malam itu cukup ramai, jadi suasana g gitu serem, soalnya orang-orang lewatnya rombongan. Tapi rencana musti tetep berlanjut, doni melempar kerikil ke arah orang yang lewat, akhirnya pada nengok kearah pohon, saat itulah aku ma yuyung narik pocongkknya, dan wus pocongkk itu naek perlahan-lahan, dan orang orang pada kabur Sep sencana berhasil, kita ngakak aja tpi g berani kenceng-kenceng takut ketahuan soale.

Rombongan ke dua datang, kali ini kelompok bapak-bapak masih pake sarung dan baju koko. Seperti yang pertama, doni melempar kerikil ke arah pejalan kaki, dan pas mereka noleh yuyung menarik pocongkk dan wush pocongkk pun sukses melayang. Lucunya tuh orang-orang yang ditakut-takutin baca ayat-ayat alquran, tapi diselingin nama hewan yang ngomongnya guk guk. Gak Kuat nahan ketawa, akhirnya ketawa keras dan orang-orang itu akhirnya nyadar kita kerjain, yuyung ma doni sukses kabur tapi gua malah ketangkep gara-gara terpeleset tanah yang licin.

gua jatuh g bisa berdiri, waktu itu aku lihat ada putih-putih mendekat, buset pocongkk beneran . benda putih itu semakin mendekat, aku berusaha sekuat tenaga buat berdiri, tpi apa daya, kaki lecet semua, g bisa ngibrit dah.Saat benda putih itu hanya berjarak 2 jengkal dariku aku bisa melihat wajahnya yang penuh rambut putih dan jenggot panjang, ternyata dia pak kiayi . SWT, wa dibawa balik ke masjid diceramahin ma Kiayi, sialnya kaka wa dipanggil buat nasehatin aku, Sukses dah kuping panas kena ceramah, juga merah kena jewer. mana muka pak kiai serem abis.

Akhirnya wa balik ma kaka wa lewat jalan yang sama, gua sempetin ngelihat ke pohon angker dan jreng ada benda putih yang melayang di atas dahan. gua mah positif thinking aja paling si Doni ma yuyung balik lagi buat nakutin orang-orang. Gua isengin aja akh pikir wa, wa lempar pake batu agak gede, BUG!! Batu sukses mengenai pocongkk-pocongkkan dibelakang pohon. LOH lah kalo pocongkk-pocongkkannya dibawah trus yang diatas......, perlahan lahan wa ma kaka wa nengok ke atas, dan benda putih itu masih disana, melayang tenang sambil meliyuk-liyuk khas goyangan dangdut. GPL kabur ngibrit kapok g maen gituan lagi............

Kamis, 02 Juli 2009

Klintu

Saat itu bulan ramadhan, aku bersiap berangkat solat tarawih. etelah mengambil wudlu dan ganti pakean, aku berangkat berjalan kaki, masjid sekitar 500 meter dari rumahku. dengan menteng sajdah dan sandal jepit sedanya aku berangkat dengan senyum.

dalam perjalanan menuju masjid aku harus melewati lahan kosong dipinggir desa. lahan ini milik Pak tanto yang susah meninggal sekitar 3 tahun lalu. karena dibaiarkan saja, lahan kosong ini cuma ada rumput-rumput tinggi dan beberapa pohon kelapa di pinggirnya.

kresek...kresek, aku dengar ada gerakan dari teangah rerumputan. menyusul suara gesekan aku melihat ada beberapa kepala anak kecil, gundul menatap kearahku. owh anak-anak lagi pada maen sebelum kemushola pikirku. namun ada sesuatu yang lain menarik perhatianku. salah satu anak itu melompat ke pohon kelapa, dan dengan cepat memanjat sampai puncak. aku semakin terkesima mana kala aku melihat anak itu berpegangan pada pohon kelapa dengan terbalik, posisi kahyang, dan kepalanya yang ada dibawah.

aku diam tak bergerak, melihat teman temannya siaga mengintaiku. makhluk yang berada diatas kelapa kembali naik, dengan riangannya dia berdiri diatas daun kelapa dan menjerit keras. sontak teman-temannya berlompatan kearahku. tak tahu apa yang aku hadapi, dan rasa takut yang amat sangat aku berlari sekuat tenaga. makhluk-makhluk itu berdiri dan berlari miring layaknya kepiting. Malang nasibku aku tersandung dan jatuh, belum sempat berdiri, salah satu makluk itu berhasil manggapai kakiku. kepalan tangannya sangat besar, klo aku perkirakan talapak tangannya mampu menggenggam kepala manusia normal.

Kalut aku berteriak sekeras-kerasnya. mahkluk itu sepertinya semakin marah karena jeritanku, salah satu dari mereka hendak melepaskan pukulan ke wajahku, tiba-tiba dia terpental. terlihat olehku seorang sesepuh desa, mbah man pace, mengibaskan sarung solatnya mengusir makhluk-makhluk itu. Alhamdullilah, aku selamat dari kejadian menyeramkan itu. makhluk-makhluk itu berlari tunggang langgang, dan berhenti setelah memanjat batu besar didekat lahan kosong tadi. mereka berdiri dibawah pindaran sinar bulan dan melolong keras.

Akhirnya tertatih-tatih aku berjalan ke masjid. dipapah mabh man pace. kakiku berdarah karena cakr makluk aneh tersebut. disana aku baru mengtahui tentang makluk yang disebut klintu itu. tentang kegemaran mereka berkelahi. dan kemampuan mereka untuk kepal dengan senjata tajam. malam itu mbah man memintaku untuk menemaninya sholat malam, sampai akhirnya waktu sahur tiba, aku diantarnya sampai kedepan rumahku. masih terekam jelas dalam ingatanku, wajah mahluk itu yang taringnya panjang dan melengkung kesamping. malam-malam berikutnya mahluk itu sudah tidak nampak lagi.

Rabu, 01 Juli 2009

pocongkman beraksi

Sore itu adam kaka tingkat ku ngumpulin anak-anak yang aktif kegiatan pramuka di kelas. Dia membahas mengenai pelaksaan Jerit malam yang akan dilakukan waktu persami anak-anak ambalan baru. Aku bukan orang yang aktif dikegiatan pramuka, tpi karena kekurangan personil buat jadi hantu-hantuan, aku direkrut buat jadi bocong dengan imbalan nasi goreng Pak jatmoko dibayar dimuka.

Rencananya jerit malam dilakukan jam 11 di kuburan dekat sekolah. Ada 4 pos, dimana sebelum tiap pos harus Stanby hantu jadi-jadian buat nakutin peserta. Aku bersama temenku Agus musti jaga pos 2, deket pohon juwet(kayak anggur tpi bijinya gede rasanya sepet). Kita stanby disana jam 10.45. Ada 12 grup yang bakal ikut jerit malem, masing masing grup 5 orang.

Acara dimulai, aku musti jaga pertama sedang agus duduk-duduk dengerin walkman nunggu giliran jaga (SWT nih anak ditengah kuburan padahal). Terlihat ada segerombol cahaya mendekat, sambil sayup sayup terdengar langkah kaki. "korban pertama nih" kataku sama agus, tpi dia g denger tetep aja dengerin walkman. Langsung aku ambil posisi, berdiri disamping pohon, pas adek-adek kelas mau lewat, aku sedikit nunduk, tepatnya kayak posisi rukuk. Kontan pada lari ketakutan.

5-6 kelompok sukses ngacir, ketakutan. Sekarang giliran Agus jaga, sama kayak aku dia mulai berdiri disamping pohon. Bebrapa menit menunggu kelompok berikutnya dateng "lihat nih aksi ku" katanya sesumbar . Aku dah nunggu dengan tegang aksi apa yang dia tampilkan, tepat grup adek kelas datang tiba-tiba dia lompat sambil ngomong "Aku Poocong.....", sontak aku tercengan , adik adik kelas yang awalnya kelihatan ketakutan pada ngakak guling-guling. karena aku kebelet, pengen buang air kencing aku balik dulu ke sekolah, pamit trus agus tak tinggalin aja. 15 menit kemudian wa balik lagi (kesian kalo agus tak tinggalin sendiri, sebenernya sih males takut ada ehm ehm....).

Aku lihat Agus udah stanby, kali ini posenya meyakinkan, dia diam g bergerak nunggu gerombolan anak baru . Gruduk...gruduk..gruduk, grupnya dah dateng, aku sempet lihat no-nya 12 "kelompok terakhir nih, cepet selesaiin trus balik....", perintah wa. Aksi kali ini Agus kelihatan meyakinkan sekali, dari posisi berdiri dia langsung melompat dan berbaring ditanah, didepan barisan, sontak pada kaget trus ngibrit, WOW pikir ku.

Aku ngajak agus balik, dia diem tpi nurut juga sambil loncat-loncat ( gile menghayati baget nih orang). Aku nengok kebelakang masih ada putih-putih loncat dibelakang ku, "oh untung agus masih ngikutin, tpi yang bikin wa g abis pikir ada segerombolan cahaya dateng kearah gua, bukane kelompoknya dah abis ? . Api itu makin deket, baru gua nyadar ANNNNJJJRRROOOTTTTT, kemamang........ langsung aku ngacir, g merhatiin agus ikut apa nggak.

Aku lari masih pake kostum pocongk, muka dicat putih lingkaran mata hitam, sambil njinjing kain pocongk. Lari sekuat tenaga, aku lihat dah deket pos, kelompok 12 juga ada didepan gua, gua teriak-teriak SETAN!!! SETAN!!!!, g pada nolongin malah kabur ngelihat gua. aku terusin lari sampai di post 4 kejadiannya sama, pada kabur.... ANJROOOOTTTTTTT . Akhirnya gua nyampe diruang panitia, aku lihat agus dah disitu nulungin anak-anak yang ketakutan, lah lah kan dia ada dibelakang gua? sejak kapan dia dah didepan?

Sampai ruang panitia aku baru tahu, ternyata dia dah kabur dari tadi gara-gara dia disamperin pocongk pas jaga sendirian. JRENG JRENG..... keinget aku sama poconk yang aku temenin, ternyata itu pocongk beneran, GPL tepar..... Demam 5 hari g masuk sekolah.........

Senin, 29 Juni 2009

Camping Horor - Part 2

Langkah kaki kami ber-5 membawa kami ke mushola. Rasa ketakutan dan lelah membuat kami hampir tertidur. mataku hanya setengah terbuka, aku melihat efi berjalan kayak orang linglung menuju ke arah tempat kemping. Dia membawa tas ransel besar, sepertinya alat kemping.

Segera aku bangunkan teman-teman. "bro itu efi-kan? ngapain malem-malem sendirian? bukanya dia baru besok nyusul" aku penasaran, sekedar meyakinkan klo teman-teman ngelihat hal yang sama. Semua mengiyakan, kecuali galih galih cuek-cuek aja, "wis mbarke wae, senengane caper.... tak turu sik yo kesel aku.....(udah biarin aja, sukanya caper..... tak tinggal tidur dulu ya capek)". wa maklum si galih kecapekan, pertemuan dengan mbak kunti dan mas poci serta lari sekuat tenaga dari tempat kemah tentu menguras tenaga. Tpi kita yakin efi menuju tempat kemping (kuburan yang ada kuntinya), "jangan-jangan dia nyusul kita, dikira kita masih disitu..." kata Andri. Akhirnya kita sepakat ngajak Efi balik, kita g mw kejadian yang gua alami barusan ma anak-anak nimpa dia juga. akhirnya ber 5 tanpa galih yang tertidur di mushola kita berangkat ngejer Efi.

kita manggil sekuat tenaga tpi si efi lempeng aja jalannya noleh kebelakang. kami mempercepat lari kami, tpi anehnya kita nggak bisa ngimbangi kecepatan efi, padahal dia lagi jalan . Andri penasaran dia lari sekenceng-kencengnya, akhirnya kekejar juga si efi. G lama kita berhasil nyusul, but you know what? efi tersenyum, sinis banget. Glek ANNJJRROOOTTT!!! kita baru nyadar ternyata kita dah didalem utan .

tiba-tiba efi goler,tubuhnya kejang-kejang g jelas . kita makin gemeter, tiba-tiba ada suara cewe yang g jelas asalnya dari mana. Kita berempat akhirnya saling mungungin satu sama lain, ngelindungi efi ditengah, yang lain menghadap ke 4 penjuru berbeda (OMG ngelindungi ndiri sendiri aja g bisa, musti ngamanin nih anak kebo ) .

suara ketawa itu semakin keras terdengar, tpi ada kalanya sayu. sekelebat benda putib melayang dan berhenti diatas pohon beringin gede. Kita berdua akhirnya pasrah, merem sambil baca doa-doa yang kita apal. semenit, dua menit, tiga menit suara itu masih ada. kita tetep merem baca doa. tiba-tiba suara mbak kunti ilang, tpi ada suara aneh yang lain. klotak...klotak....terdengar ada suara mendekat, arahnya dari belakang wa, tepat membelakangi wa si Andri, gua bayangin apa yang ada di depan andri saat ini.

"gua itung sampai 3, kita mencari, usahakan menuju dusun, cari bantuan....." kata andri, jiwa pemimpinya emang gede nih orang. wal hasil, dimulai penghitungan mundur "1....2....3.....". Rudi ma ages lari berlawanan arah, sedangkan Andri balik badan dan lari searah denganku (makhluk itu datang dari arah depan Andri). aku dan Andri berjuang sekuat tenaga untuk lolos, sedangkan andri harus kerepotan menggendong efi dpunggungnya.

gua lari dibelakang andri, buat nyangga efi, kalo-kalo dia balik goler ke belakang. Tak dinyana andri yang tadi lari sekuat tenaga, berhendi mendadak, otomatis wa ikut berhenti. OMG ternyata , didepan wa ma andri terpampang sesosok kerangka manusia, putih kekuningan. kerangka itu hanya berdiri dengan satu kaki(kiri), sedangkan kaki kananya diangkat keatas dan menggantung dengan leher. NAJIS, jadi ini yang ngejar kita dari tadi.

Gua dah bisa mikir jernih, wa ambil senjata seadanya(kebetulan ada ranting deket kaki wa, langsung gua ambil,). wa lari sambil berusaha mukul tuh Binarangka, eh tembus WTF . Akhirnya andri juga nekat lari nembus tuh makhluck ya g berkulit dan berdaging. Kita lari ke jalan, trus menuju arah mushola. ternyata Galih masih tidur disono. rudi ma ages juga lagi duduk-duduk sambil ngipasin lehernya pake tangan. "Selamat juga akhirnya kita dari malam yang mengerikan itu .

Jam 5 pagi ada mobil pic up yang menuju jepon, desaku. Langsung deh nebeng. Si sopir mah asik-asik aja, cuma si galih yang masih ngantuk g mw pulang, katanya dia mw pulang sendiri entar siang nunggu pakde nya yang ternyata sering nganter kelapa. Dan yeah, Finally..... kita sampai rumah dalam keadaan selamat, tak kurang suatu apa.

Andry, Rudy ma Ages tidur dirumahku siang itu. sampai jam satu siang mereka baru bangun. Jam setengah 3 didepan rumahku terdengar ada mobil berhenti. Ternyata itu Galih ma Efi baru balik naek pick upnya pakdenya galih, loh efi ?

efi ternyata baru nyusul tadi pagi, dan karena kita dah balik, akhirnya dia ikutan balik bareng ma Galih and pamannya....

trus yang balik ma wa ma and teman-temen sapa dunk? yang wa rela-relain dikejar demit semalam suntuk

Camping Horor - Part 1

Hy, namaku fadil sekarang aku kuliah disalah satu PTN di Semarang. Aku akan menceritakan pengalamanku beberapa tahun yang lalu. Pengalaman yang tidak terlupakan ketika aku Camping bersama 6 orang temanku, disalah satu daerah Pedesaan di kota asalku, Blora.

Hari itu menjelang liburan kenaikan kelas. Aku bersama teman akrabku di sekolah Andri, Dimas, Ages, Rudi, Efi(ni cowok, lengkapnya efi febrianto), dan galih lagi nongkrong dikantin sekolah. Kita ngobrol-ngalor ngidul g jelas sambil ditemani seglas es degan yang nikmat. Lama mengobrol, entah siapa tiba-tiba mengarahkan topic pembicaraan ke rencana menghabiskan liburan. Dari kami bertuju hanya Efi yang ada rencana liburan keluar kota, sedang kami sisanya hanya bakal diem dirumah g ada kegiatan padahal liburannya 1 bulan.

Bingung mengisi waktu sendirian dirumah, sore harinya kita ngumpul-ngumpul di alun-alun kota. Akhirnya kami memutuskan untuk Camping disalah satu desa yang agak terpencil dikotaku, desa Bogorejo. Camping direncanakan seminggu lagi, selain menunggu efi dari Jogja juga agar kita punya cukup bnyak waktu buat persiapan dan Packing.

Hari yang ditentukan telah tiba, kami semua kecuali efi berkumpul dirumahku bersiap-siap berangkat. Efi tidak bisa berangkat hari itu karena kecapkean setelah perjalanan dari jogja, dan mengatakan dia akan menyusul keesokan harinya. Karena kita berencana Camping selama 3 hari, maka kita mengiyakan saja.

Kita berangkat ke Bogorejo numpang sama truck pickup milik tetanggaku. lokasi Camping-nya ternyata jauh banget, sekitar 150 Km dari rumahku. kita berangkat dengan senang gembira sekitar jam 11 siang. mobil melaju dijalan menanjak disela-sela tebing dan jurang. perasaan kami bercampur aduk melihat kengerian jurang, namun kagum dengan keindahan alam sekitar.

Singkat cerita kami sampai di Bogorejo. Karena ketiduran, kita ternyata turun Setelah melewati daerah pemukiman. Aku melihat jam tanganku jam 3 sore. Akhirnya kami musti balik jalan kaki 15 menit untuk sampai di pemukiman. Di perjalanan kami melihat ada tanah lapang disamping lapangan bola. semua setuju untuk camping ditempat itu, dan andri sebagai orang yang dituakan harus ijin kepada ketua dusun.

Karena Andri pergi ketempat kepala dusun, hanya sisa kami ber-4 ditanah lapang itu. kita membagi tugas. Ages harus mendirikan tenda, aku mengambil air, sedangkan rudi dan galih harus mencari kayu bakar. Kita berpencar, aku kearah sungai agak jauh ketimur dri lapangan bola. sedangkan galih dan rudi keselatan, masuk kehutan. Tugasku selesai, aku membantu Ages dan Andri yang baru datang diriin tenda. tak lama kemudian dari arah hutan Rudi dateng bawa ranting kering yang cukup banyak.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, tpi galih belum balik ke tempat kemah. kita sepakat nyari, takut terjadi apa-apa. kita mencar jadi 2 grup, aku ma Andri, ages ma rudy. kita muter-muter dihutan nyariin galih. sedikit gambaran hutan itu g begitu lebat, pohonnya jarang tpi ditengahnya ada satu pohon beringin cukup gede. Jadi kalo diperhatikan hutan itu mengelilingi beringin gede itu yang ada ditengah.

Satu jam kita nyari, muter-muter hutan akhirnya berhenti dibawah pohon beringin. Hari dah mulai gelap. Kita sepakat mau minta bantuan warga buat bantuin nyari si Galih, eh baru beberapa langkah ninggalin beringin gede rudy kena timpuk sepatu punya galih. Celingak-celinguk, kanan kiri g ada orang, tiba-tiba satu lagi sepatu melayang kali ini berhasil dihindari dengan sukses ma rudy, dan ketemulah si Galih, ternyata dia gelantungan di pohon beringin. Kaki kirinya keiket ma rotan, kepalanya dibawah. Ages dengan Sigap naik keatas nulungin Galih turun.

Sampai dibawah si Galih bukanya berterima kasih malah maki-maki g jelas "as* kuntilanak nyekar*ti, lagi nguyoh malah di kewer-kewerke ning kene(anj*ng kuntilanak Bangs*t, lagi kencing malah digantung disini..." . Kita tertegun, kuntilanak?. Akhirnya galih cerita, klo dia bisa kegantung disitu gara-gara diiket ma kuntilanak yang marah gara-gara nisannya dia kencingin.

DEG!!!, anjrot pikir wa, "nisan? dimana ada nisan?" tanya wa kaget.

"belakang Tenda persis, disebelahnya malah ada bnyak lagi...." katanya masih ketus.

Aku, andri, rudi ma ages saling pandang, antara bingung ma g percaya. segera wa tarik galih wa ajak nunjukin nisannya, baru kita keluar hutan kita lihat areal kosong tempat kita diriin tenda udah berubah jadi perkuburan dengan nisan berjejer-jejer. Wa langsung lemes, kaki wa terduduk kaget bgt. Aku liat si Galih lemparin batu ke arah kiriku, beberapa kali sambil maki-maki "Kuntilanak As*..... Bangs*t kwe....." katanya marah. Heh!Kuntilanak? pikirku masih rada g sadar, gua nengok kekiri wa lihat tuh kuntilanak lagi duduk di sebuah nisan keramik berwarna hijau, di kanan kirinya ada sekitar 4 makhluk kecil, semacam tuyul tpi kepalanya api...... " ASSSSSSUUUUUUUUUUUU.....!!!!! (MAAF YANG INI G DICENSOR SOALE MASIH EMOSI :P)

GPL, kita ambil langkah seribu, berhamburan kejalan. Si Ages kena sial kakinya kesandung sesuatu, awalnya dikira nisan pas diperhatiin ternyata berambut, dan nggelinding kearah dia, ternyata sebuah kepala matanya melotot kulitnya hitam pekat. Akhirnya kita semua selamat sampai dijalan desa, Ages terpincang-pincang megangin kakinya yang berdarah.

Galih nyusul agak belakang, dia berlari-lari kecil bawa kain putih. "nih buat perban kaki lu...." ucapnya ke Ages.

"dapet darimana? perasaan lu g bawa kain kasa?" tanya ages.

"tuh.....!!!" kata galih sok g berdosa sambil nunjuk semacem guling putih memanjang dijalan. ANJJJJJEEEEENNNNKKKKKK, NIH ANAK BIKIN GARA-GARA KAIN KAFAN POCONK DI EMBAT JUGA......... tpi bener juga Ages langsung sembuh, terbukti dia lari paling kenceng pas liat tuh poconk......

AMPUN DAGH..............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!