Liburan lebaran hampir tiba.
Seperti biasa kami suami istri mulai memilih2 tempat berlibur yg kami gemari..
Tanpa disangka teman akau sekeluarga juga menelephon istriku untuk menanyakan acara liburan mau kemana??
Pilih punya pilih kami jatukan pilihan untuk berlibur ke Pulau seribu.
Karena aku dan istri menyukai tamasya pantai jadi pilihan kami terasa tepat., Tapi pulau apa??
Kami konsultasikan dengan teman yg mau ikut dan tanpa sengaja menemukan sebuah hobi yg kami gemari juga ada disalah satu pulau itu yaitu PULAU AYER.
Hobinya adalah brejudi di kasino, dimana memang waktu itu sekitar thn 2002 ada kasino di pulau ayer.
Diwaktu yg ditentukan berangkatlah kami 2 keluarga yg terdiri dari saya beserta istri yg tengah hamil 3 bulan, serta 2 anak saya berumur 3 dan 5 tahun ( perempuan) serta seorang pembantu.
Teman kami juga demikian, suami istri dan 2 orang anak tapi sudah besar (10 dan 13 Thn).
Kami menuju marina ancol dimana kapal sudah menunggu untuk mengantar kami.
Sampai di atas kapal langsung berangkat menuju pulau ayer tersebut dimana sebelumnya kami sudah membooking villa untuk 2 malam 3 hari .
Singkatnya sampailah kami dipulau tersebut dengan perasaan tenteram karena pemandangan dari pulau kearah lautnya sangat menyejukkan.
Kami pun diantar menuju villa yg kami pesan yaitu terdiri dari bangunan dua tingkat dan didalamnya tidak terdapat sekat antar tempat tidur,demikian juga dilantai atas. Hanya terdapat 1 kamar mandi.
Tapi villa tersebut terletak diatas laut sehingga kalau kami ke teras akan dapat memancing dari atas teras tersebut.
Ok.. Bagus, dimana aku sendiri hobi mancing dan juga membawa peralatannya.
Setelah mengatur segala barang bawaan kami, langsung kami keluar villa untuk menikmati pantai…dan kami suami istri beserta teman langsung menuju kasino yg ada dan mulai duduk bermain sampai sore saking asik…
Kembali ke villa dimana anak2 sedang mandi dan mulai makan malam..
Tapi ternyata divilla tersebut sangat berisik sekali karenan berlantaikan kayu dan berada diatas air. Sore menjelang malam ombak sangat besar dan menimbulkan suara berdebur dilantai kayu tersebut yg bagi anak2 kami suara tersebut sangat mengganggu dan menakutkan.. Mempertimbangkan keadaan tersebut kami pun mendatangi management pulau untuk meminta pindah villa yg ada di darat saja.
Entah kenapa mereka seperti ragu2 untuk memberikan karena hari itu pulau tersebut ramai pengunjung dan boleh dibilang semua full book kecuali satu villa didarat yg masih kosong… tapi sepertinya mereka agak ragu memberikan.
Kami pun memaksa untuk menempati villa tersebut dari pada tidak bisa tidur nanti malamnya..
Kamipun pindah villa kedarat dengan membawa segala barang perlengkapan dan koper2.
Begitu masuk…kami bergumam..yah..ini mah sama dengan villa yg diatas laut tadi, karena tataletak tempat tidur dan tingkatnya sama..
Bedanya ini diatas darat jadi ..Ok deh..yg penting anak2 bisa nyaman tidur.
Singkatnya kami langsung menuju kasinonya usai pindahan dan tenggelam disana sampai tak terasa sudah jam 11 malam.
Dengan tersenyum karena menang, kamipun kembali lagi ke villa dimana anak2 sudah tertidur diranjang spring bed besar. Dan keluarga teman pun anak2nya sudah tertidur.
Tinggallah kami para bapak duduk menonton TV yg acaranya lagi siaran langsung sepak bola.
Istri kamipun sudah berangkat tidur.
Sekitar 1 jam kemudian akupun rebahan disofa sambil menonton siaran sepakbola.
Mata terasa berat tapi dipaksakan nonton jg ditemanin jg sama temanku yg masih dengan serius memperhatikan layar tv.
Tiba2 dari lubang angin di tingkat atas terbang sesuatu masuk kedalam villa tersebut yang mulanya kami kira seekor burung layang2.Tapi kok suaranya seperti selembar kain yg tertiup angin yah…
Karena suasana agak temaram aku memicingkan mata yg ngantuk ini untuk lebih memperjelas apa sebenarnya yg terbang tersebut.
Makin diperhatikan kok seperti selembar kain atau sarung yg melayang2 dengan motif batik coklat yg mulai mendekati dan melayang2 diatas kasur yg ditiduri oleh anak2 dan istriku.
Spontan aku bangkit dan menghalangi karena ingin melindungi anak dan istri dari hal2 yg tidak diinginkan.Tapi dari balik kain, lebih tepatnya bagian tengah kain tersebut robek serta menyembulkan sebentuk kepala seorang perempuan yg anehnya mempunyai bibir yg sangat panjang hampir menyerupai belalai pada binatang tapir,dimana diujung bibir tersebut terdapat gigi yg tajam.
Lemas seluruh badan melihat itu semua.Tapi niat untuk melindungi anak dan istri lebih kuat dari rasa takut itu sendiri dan tanpa sadar aku membentak kearah mahluk tersebut.
Tapi herannya anak istri tidak terganggu demikian juga anak istri dari teman ku.
Yang ada temanku yg sedari tadi masih nonton TV,saat ini kulirik malah tertidur tiba2 didepan tivi.
Setelah kubentak dengan keras (perasaanku) mahluk tersebut kembali melayang2 pelan diseantero kamar sambil badannya menyembul sedikit demi sedikit dari balik kain yang makin lama makin aneh serta menimbulkan bau amis yg sangat kuat, seamis binatang laut jika telah membusuk.
Tangan yg berjari Cuma 3, badannya tidak ada keanehan dari seorang perempuan yang memakai kebaya keluar terus dari kain tersebut yg melayang pelan2 akhirnya sampai kekaki yg yang aneh karena lututnya menekuk ke belakang (bukan kedepan layaknya manusia biasa) dimana tidak memiliki jari kaki. Ya,,hanya telapak kaki yang berbentuk setengah liangkaran tanpa jari kaki dan dari pinggang sampai betis tertutup kain sarung berwarna coklat tua jg.
Sambil memandang aku terus menerus dan mengeluarkan suara seperti suara manusia kalo mulutnya di jepit ditambah suara cicit tikus.. ya itulah suaranya.
Tak tahan lama untuk memandangnya akupun langsung menutup mata dengan posisi tubuh masih menghalangi kearah anak istri di kasur ( seperti penjaga gawang sepak bola) akhirnya keluar juga kata2 dari mulut “ kami disini hanya bertamu. Maaf kalau kami mengganggu ketenangan anda tapi tolong jangan mengganggu kami terutama anak2.”
Setelah itu aku diam menunggu reaksi sambil badan tetap diposisi semula karena memang tak kuasa bergerak..Tapi tiba2 suara kain yg berkibar2 tadi mulai sayup.. dan aku pun pelan2 membuka mata..
Masih sempat terlihat olehku ujung dari kain itu masuk dan menghilang di…… KACA RIAS di samping tempat tidur…
Aku langsung geleplak di tempatku berdiri tadi di samping kasur dan terus terduduk disana sampai pagi..(Gak tau tertidur atau pingsan)
Yang pasti aku dibangunkan istri dan teman yg merasa aneh kenapa aku bisa terduduk dan terkulai disana.
Kisah ini tidak kuceritakan kepada teman ku itu dan juga dengan istri karena masih berada dilokasi hingga esok hari ketika kami menaiki kapal untuk pulang kembali kejakarta baru kuceritakan. Temanku dan istriku langsung bergidik sejadi2nya karena dalam tidurnya atau tanpa sadarnya mereka mendengarku membentak, jg mendengarku berbicara seperti aku sedang memohon untuk tidak mengganggu kami.
Tapi mereka seperti tak kuasa membuka mata, hanya bisa mendengar dan mereka mengira bahwa sedang mimpi… …
Selasa, 14 Juli 2009
Weroq Story - Nina
Mo nambah cerita nih, tapi yg ini pengalaman dari teman yg baru aja cerita
Kejadian yg pasti dah lama mungkin awal2 th 2000-an
Kejadian pertama waktu teman mo ngumpulin tugas malam2 ke kampus, waktu itu dia ama 2 orang temannya, mo ke kampus lewat jl pawiyatan luhur lewat kampus stikubank ama AKA dari arah sampangan. Waktu lewat tanjakan yg mo ke arah kopertis di depan kampus AKA lihat ada seorang cewek jalan kaki, dipikir tuh cewek baru aja pulang kuliah, kemudian sama salah satunya temannya diajak kenalan, tapi temanku langsung aja ke kampus soalnya harus ngumpulin tugas.
Singkat cerita, si "I" temannya temanku itu sering pergi bareng ma tuh ce dan kemudian mereka pacaran, temanku juga sempat kenalan ama tuh ce yg bernama Nina. Anehnya tiap abis diajak jalan tuh ce ga pernah mau kalo dianter masuk ke tempat kost dia sama "I", dia maunya cuma diantar sampe depan pagar kost dia.
Karena namanya orang baru pacaran, "I" kangen pengen ketemu ama Nina, karena dah beberapa hari ga ketemu ama Nina. Langsung aja dia ke tempat kos Nina. Waktu dah sampe dia ketuk pintu dan yg nemuin ibu yg punya tempat kost. Trus dia tanya " Benar tempat ini kost-nya Nina Bu??". Habis ditanya seperti itu tiba2 wajah si ibu jadi pucat. Kemudian si Ibu ngajak "I" ke kamar Nina, "Ini mas kamarnya Nina" kata si Ibu, "Silakan kalo mo masuk kamar Nina, buka aja" tambah si Ibu.
Kemudian "I" buka kamar Nina dan tanya ke Ibu itu "Nina mana Bu?? kok ga ada di kamar". Jawab si Ibu "Nina dah meninggal mas, dibunuh orang dan mayatnya dibuang di sekitar kampus AKA". Langsung aja "I" lemas dan balik ke tempat kontrakan dia, dan menangis ga percaya, karena ce yg jadi pacar dia selama beberapa minggu ternyata sudah mati cukup lama. Jadi dia kenal ama Nina setelah Nina meninggal dunia cukup lama.
Ternyata menurut ibu tadi kamar yg ditempati Nina sejak dia meninggal ga pernah ditempati oleh orang laen lagi dan dibiarkan apa adanya sepertia waktu ditempati ama Nina. Dan Nina adalah korban ke-3 pembunuhan yg mayatnya dibuang di sekitar tempat itu.
Kejadian yg pasti dah lama mungkin awal2 th 2000-an
Kejadian pertama waktu teman mo ngumpulin tugas malam2 ke kampus, waktu itu dia ama 2 orang temannya, mo ke kampus lewat jl pawiyatan luhur lewat kampus stikubank ama AKA dari arah sampangan. Waktu lewat tanjakan yg mo ke arah kopertis di depan kampus AKA lihat ada seorang cewek jalan kaki, dipikir tuh cewek baru aja pulang kuliah, kemudian sama salah satunya temannya diajak kenalan, tapi temanku langsung aja ke kampus soalnya harus ngumpulin tugas.
Singkat cerita, si "I" temannya temanku itu sering pergi bareng ma tuh ce dan kemudian mereka pacaran, temanku juga sempat kenalan ama tuh ce yg bernama Nina. Anehnya tiap abis diajak jalan tuh ce ga pernah mau kalo dianter masuk ke tempat kost dia sama "I", dia maunya cuma diantar sampe depan pagar kost dia.
Karena namanya orang baru pacaran, "I" kangen pengen ketemu ama Nina, karena dah beberapa hari ga ketemu ama Nina. Langsung aja dia ke tempat kos Nina. Waktu dah sampe dia ketuk pintu dan yg nemuin ibu yg punya tempat kost. Trus dia tanya " Benar tempat ini kost-nya Nina Bu??". Habis ditanya seperti itu tiba2 wajah si ibu jadi pucat. Kemudian si Ibu ngajak "I" ke kamar Nina, "Ini mas kamarnya Nina" kata si Ibu, "Silakan kalo mo masuk kamar Nina, buka aja" tambah si Ibu.
Kemudian "I" buka kamar Nina dan tanya ke Ibu itu "Nina mana Bu?? kok ga ada di kamar". Jawab si Ibu "Nina dah meninggal mas, dibunuh orang dan mayatnya dibuang di sekitar kampus AKA". Langsung aja "I" lemas dan balik ke tempat kontrakan dia, dan menangis ga percaya, karena ce yg jadi pacar dia selama beberapa minggu ternyata sudah mati cukup lama. Jadi dia kenal ama Nina setelah Nina meninggal dunia cukup lama.
Ternyata menurut ibu tadi kamar yg ditempati Nina sejak dia meninggal ga pernah ditempati oleh orang laen lagi dan dibiarkan apa adanya sepertia waktu ditempati ama Nina. Dan Nina adalah korban ke-3 pembunuhan yg mayatnya dibuang di sekitar tempat itu.
Langganan:
Komentar (Atom)
