Saat itu bulan ramadhan, aku bersiap berangkat solat tarawih. etelah mengambil wudlu dan ganti pakean, aku berangkat berjalan kaki, masjid sekitar 500 meter dari rumahku. dengan menteng sajdah dan sandal jepit sedanya aku berangkat dengan senyum.
dalam perjalanan menuju masjid aku harus melewati lahan kosong dipinggir desa. lahan ini milik Pak tanto yang susah meninggal sekitar 3 tahun lalu. karena dibaiarkan saja, lahan kosong ini cuma ada rumput-rumput tinggi dan beberapa pohon kelapa di pinggirnya.
kresek...kresek, aku dengar ada gerakan dari teangah rerumputan. menyusul suara gesekan aku melihat ada beberapa kepala anak kecil, gundul menatap kearahku. owh anak-anak lagi pada maen sebelum kemushola pikirku. namun ada sesuatu yang lain menarik perhatianku. salah satu anak itu melompat ke pohon kelapa, dan dengan cepat memanjat sampai puncak. aku semakin terkesima mana kala aku melihat anak itu berpegangan pada pohon kelapa dengan terbalik, posisi kahyang, dan kepalanya yang ada dibawah.
aku diam tak bergerak, melihat teman temannya siaga mengintaiku. makhluk yang berada diatas kelapa kembali naik, dengan riangannya dia berdiri diatas daun kelapa dan menjerit keras. sontak teman-temannya berlompatan kearahku. tak tahu apa yang aku hadapi, dan rasa takut yang amat sangat aku berlari sekuat tenaga. makhluk-makhluk itu berdiri dan berlari miring layaknya kepiting. Malang nasibku aku tersandung dan jatuh, belum sempat berdiri, salah satu makluk itu berhasil manggapai kakiku. kepalan tangannya sangat besar, klo aku perkirakan talapak tangannya mampu menggenggam kepala manusia normal.
Kalut aku berteriak sekeras-kerasnya. mahkluk itu sepertinya semakin marah karena jeritanku, salah satu dari mereka hendak melepaskan pukulan ke wajahku, tiba-tiba dia terpental. terlihat olehku seorang sesepuh desa, mbah man pace, mengibaskan sarung solatnya mengusir makhluk-makhluk itu. Alhamdullilah, aku selamat dari kejadian menyeramkan itu. makhluk-makhluk itu berlari tunggang langgang, dan berhenti setelah memanjat batu besar didekat lahan kosong tadi. mereka berdiri dibawah pindaran sinar bulan dan melolong keras.
Akhirnya tertatih-tatih aku berjalan ke masjid. dipapah mabh man pace. kakiku berdarah karena cakr makluk aneh tersebut. disana aku baru mengtahui tentang makluk yang disebut klintu itu. tentang kegemaran mereka berkelahi. dan kemampuan mereka untuk kepal dengan senjata tajam. malam itu mbah man memintaku untuk menemaninya sholat malam, sampai akhirnya waktu sahur tiba, aku diantarnya sampai kedepan rumahku. masih terekam jelas dalam ingatanku, wajah mahluk itu yang taringnya panjang dan melengkung kesamping. malam-malam berikutnya mahluk itu sudah tidak nampak lagi.
Kamis, 02 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar