Senin, 29 Juni 2009

Camping Horor - Part 1

Hy, namaku fadil sekarang aku kuliah disalah satu PTN di Semarang. Aku akan menceritakan pengalamanku beberapa tahun yang lalu. Pengalaman yang tidak terlupakan ketika aku Camping bersama 6 orang temanku, disalah satu daerah Pedesaan di kota asalku, Blora.

Hari itu menjelang liburan kenaikan kelas. Aku bersama teman akrabku di sekolah Andri, Dimas, Ages, Rudi, Efi(ni cowok, lengkapnya efi febrianto), dan galih lagi nongkrong dikantin sekolah. Kita ngobrol-ngalor ngidul g jelas sambil ditemani seglas es degan yang nikmat. Lama mengobrol, entah siapa tiba-tiba mengarahkan topic pembicaraan ke rencana menghabiskan liburan. Dari kami bertuju hanya Efi yang ada rencana liburan keluar kota, sedang kami sisanya hanya bakal diem dirumah g ada kegiatan padahal liburannya 1 bulan.

Bingung mengisi waktu sendirian dirumah, sore harinya kita ngumpul-ngumpul di alun-alun kota. Akhirnya kami memutuskan untuk Camping disalah satu desa yang agak terpencil dikotaku, desa Bogorejo. Camping direncanakan seminggu lagi, selain menunggu efi dari Jogja juga agar kita punya cukup bnyak waktu buat persiapan dan Packing.

Hari yang ditentukan telah tiba, kami semua kecuali efi berkumpul dirumahku bersiap-siap berangkat. Efi tidak bisa berangkat hari itu karena kecapkean setelah perjalanan dari jogja, dan mengatakan dia akan menyusul keesokan harinya. Karena kita berencana Camping selama 3 hari, maka kita mengiyakan saja.

Kita berangkat ke Bogorejo numpang sama truck pickup milik tetanggaku. lokasi Camping-nya ternyata jauh banget, sekitar 150 Km dari rumahku. kita berangkat dengan senang gembira sekitar jam 11 siang. mobil melaju dijalan menanjak disela-sela tebing dan jurang. perasaan kami bercampur aduk melihat kengerian jurang, namun kagum dengan keindahan alam sekitar.

Singkat cerita kami sampai di Bogorejo. Karena ketiduran, kita ternyata turun Setelah melewati daerah pemukiman. Aku melihat jam tanganku jam 3 sore. Akhirnya kami musti balik jalan kaki 15 menit untuk sampai di pemukiman. Di perjalanan kami melihat ada tanah lapang disamping lapangan bola. semua setuju untuk camping ditempat itu, dan andri sebagai orang yang dituakan harus ijin kepada ketua dusun.

Karena Andri pergi ketempat kepala dusun, hanya sisa kami ber-4 ditanah lapang itu. kita membagi tugas. Ages harus mendirikan tenda, aku mengambil air, sedangkan rudi dan galih harus mencari kayu bakar. Kita berpencar, aku kearah sungai agak jauh ketimur dri lapangan bola. sedangkan galih dan rudi keselatan, masuk kehutan. Tugasku selesai, aku membantu Ages dan Andri yang baru datang diriin tenda. tak lama kemudian dari arah hutan Rudi dateng bawa ranting kering yang cukup banyak.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, tpi galih belum balik ke tempat kemah. kita sepakat nyari, takut terjadi apa-apa. kita mencar jadi 2 grup, aku ma Andri, ages ma rudy. kita muter-muter dihutan nyariin galih. sedikit gambaran hutan itu g begitu lebat, pohonnya jarang tpi ditengahnya ada satu pohon beringin cukup gede. Jadi kalo diperhatikan hutan itu mengelilingi beringin gede itu yang ada ditengah.

Satu jam kita nyari, muter-muter hutan akhirnya berhenti dibawah pohon beringin. Hari dah mulai gelap. Kita sepakat mau minta bantuan warga buat bantuin nyari si Galih, eh baru beberapa langkah ninggalin beringin gede rudy kena timpuk sepatu punya galih. Celingak-celinguk, kanan kiri g ada orang, tiba-tiba satu lagi sepatu melayang kali ini berhasil dihindari dengan sukses ma rudy, dan ketemulah si Galih, ternyata dia gelantungan di pohon beringin. Kaki kirinya keiket ma rotan, kepalanya dibawah. Ages dengan Sigap naik keatas nulungin Galih turun.

Sampai dibawah si Galih bukanya berterima kasih malah maki-maki g jelas "as* kuntilanak nyekar*ti, lagi nguyoh malah di kewer-kewerke ning kene(anj*ng kuntilanak Bangs*t, lagi kencing malah digantung disini..." . Kita tertegun, kuntilanak?. Akhirnya galih cerita, klo dia bisa kegantung disitu gara-gara diiket ma kuntilanak yang marah gara-gara nisannya dia kencingin.

DEG!!!, anjrot pikir wa, "nisan? dimana ada nisan?" tanya wa kaget.

"belakang Tenda persis, disebelahnya malah ada bnyak lagi...." katanya masih ketus.

Aku, andri, rudi ma ages saling pandang, antara bingung ma g percaya. segera wa tarik galih wa ajak nunjukin nisannya, baru kita keluar hutan kita lihat areal kosong tempat kita diriin tenda udah berubah jadi perkuburan dengan nisan berjejer-jejer. Wa langsung lemes, kaki wa terduduk kaget bgt. Aku liat si Galih lemparin batu ke arah kiriku, beberapa kali sambil maki-maki "Kuntilanak As*..... Bangs*t kwe....." katanya marah. Heh!Kuntilanak? pikirku masih rada g sadar, gua nengok kekiri wa lihat tuh kuntilanak lagi duduk di sebuah nisan keramik berwarna hijau, di kanan kirinya ada sekitar 4 makhluk kecil, semacam tuyul tpi kepalanya api...... " ASSSSSSUUUUUUUUUUUU.....!!!!! (MAAF YANG INI G DICENSOR SOALE MASIH EMOSI :P)

GPL, kita ambil langkah seribu, berhamburan kejalan. Si Ages kena sial kakinya kesandung sesuatu, awalnya dikira nisan pas diperhatiin ternyata berambut, dan nggelinding kearah dia, ternyata sebuah kepala matanya melotot kulitnya hitam pekat. Akhirnya kita semua selamat sampai dijalan desa, Ages terpincang-pincang megangin kakinya yang berdarah.

Galih nyusul agak belakang, dia berlari-lari kecil bawa kain putih. "nih buat perban kaki lu...." ucapnya ke Ages.

"dapet darimana? perasaan lu g bawa kain kasa?" tanya ages.

"tuh.....!!!" kata galih sok g berdosa sambil nunjuk semacem guling putih memanjang dijalan. ANJJJJJEEEEENNNNKKKKKK, NIH ANAK BIKIN GARA-GARA KAIN KAFAN POCONK DI EMBAT JUGA......... tpi bener juga Ages langsung sembuh, terbukti dia lari paling kenceng pas liat tuh poconk......

AMPUN DAGH..............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar